Diberdayakan oleh Blogger.

SLIDER WIDGET

cah karangpoh

Pages - Menu

Followers

Buscar

Sabtu, 29 November 2014

Terjemah Nadhom Kitab Alala Tanalul 'Ilma



Mungkin di antara pembaca ada yang pernah mengaji kitab Alala Tanalul 'Ilma yang diterbitkan dari pondok Lirboyo, Kediri. Saya sendiri pernah mengaji kitab ini sewaktu kecil di sebuah madrasah yang terletak di dekat rumah. Kitab Alala sendri adalah sebuah kitab yang kecil dan tipis dalam bentuk fisiknya namun sungguh luas ilmu yang dicakupnya, terutama sebagai panutan ketika kita menuntut ilmu, terlebih lagi ilmu akhirat yang Insya Allah akan mampu menjadi bekal kita untuk menjalani hidup di dunia dan menjadi pahala bagi kita di akhirat kelak, dan itu semua dirangkum dalam kumpulan nadhom atau syair bahasa arab yang mudah untuk dihafalkan. Berikut terjemahan kumpulan nadhom yang termaktub di dalam kitab tersebut. 




Ingatlah enam syarat berhasilnya ilmu

Bakal diceritakan terkumpulnya dengan jelas

yaitu cerdas,semangat,sabar,ada biaya
juga didikan guru dan waktu yang lama

Jika engkau ingin tahu watak seseorang
Maka janganlah engkau bertanya kepadanya
Tapi tanyakanlah dengan sipa ia bergaul
Karena watak itu ikut pergaulannya

Apabila ada teman yang buruk perilakunya
Maka cepat-cepatlah engkau menjauhinya
Dan bila ada teman yang baik perilakunya
Maka cepat-cepatlah engkau menemaninya

Belajarlah karena ilmu hiasan bagi ahlinya
Dan kemulyaan serta tanda tingkah terpuji

Tambahlah tiap hari ilmu yang berfaidah
Dan selamilah lautan ilmu yang berfaidah




Ilmu fiqih yang memberi jalan bagi petunjuk

Juga benteng penylamat segala kesulitan



Seorang ahli fiqih yang menjauhi haram

Lebih berat dari seribu hamba bagi syetan


Besar kerusakan orang alim yang melakukan
Lebih besar jika orang bodoh yang melakukan

Keduanya membuat fitnah besar di dunia
Bagi orang yang memegang (menjalankan)perkara agama

Kamu ingin menjadi ahli fiqih ilmu agama
Tetapi engkau tidak mau bersungguh-sungguh
Hal ini seperti keinginan orang gila
Karena orang gila itu banyak macamnya

Tidak ada orang yang mendapat harta benda
Tanpa mau bekerja dengan bersusah payah
Apalagi ilmu bagaimana engkau dapatkan
Sedang engkau tidak mau belajar dan berusaha

Jika sempurna akalnya sedikit bicaranya
Dan menunjukkan orang bodoh banyak bicara (tanpa manfaat)

Matinya seseorang sebab terpleset lisannya
Bukannya matinya sebab terpleset kakinya

Jika melesetnya lisan (salah ucapan) mendatangkan bencana
Jika melesetnya kaki lama-lama bisa sembuh

Orang yang berilmu hidup kekal setelah mati
Adapun jasadnya telah hancur di dalam bumi

Orang bodoh ibarat mayat jalan di bumi
Disangka masih hidup namun bagaikan mati

Semua orang ingin punya drajat yang tinggi
Tapi hanya sdikit orang yang bersungguh-sungguh

Jika engkau berada di tengah-tengah kaum
Maka temanilah kaum yang baik akhlaknya
Dan jangan menemani orang yang buruk akhlaknya
Karena engkau akan rendah jika bersamanya

Saya utamakan guru daripada ayah
Meskipun kemulyaan diperoleh dari ayah

Guru itu yang membentuk jiwa seseorang
Sedangkan jiwa itu ibarat butir intan
Adapun orang tua itu membentuk raga
Sedangkan raga itu ibarat tempat intan

Saya telah meyakini lebih hak-haknya benar
Yaitu hak-haknya bagi seorang guru
Dan menjaga hak-hak guru itu adalah wajib
Bagi setiap orang Islam (murid)yang ingin bisa (ilmunya bermanfaat)

Guru pantas diberi hadiah seribu dirham
Tuk mulyanya mendidik satu huruf hingga faham

Saya melihatmu ingin jadi orang yang mulya
Maka tak akan mulya sebelum engkau hina (bersusah payah)

Apabila seseorang jelek perbuatannya
Maka jelek pula prasangka orang tersebut
Dan bila seseorang baik prasangkaannya
Maka baik pula apa yang diperbuatnya

Tiga macam sifat yang ada pada manusia
Pertama lebih mulya dari teman-temannya
Kedua lebih rendah dari teman-temannya
Dan ketiga itu sama dengan teman-temannya

Pada orang yang derajatnya lebih dari kita
Kita ikut kebenaran yang diajarkannya

Pada orang yang derajatnya sama dengan kita
Kita harus banyak bersabar dan memaafkan
Memberi maaf pada orang (yang) berbuat salah
Dapat mendatangkan anugrah kebahagiaan

Menghadapi orang yang derajatnya dibawah kita
Kita harus bersabar dalam menghadapinya (menjaga dia)

Tinggalkanlah perbuatan jelek seseorang
Jangan kau membalas apa yang telah dilakukannya
Karena Allah lah yang pasti akan membalasnya
Dan menghukum apa yang telah dilakukannya

Benar-benar kerugian besar bagi kita
Jika kita melakukan hal yang sia-sia (tanpa manfaat)
Padahal kita tahu umur terus bertambah
Sedang perbuatan kita tetap sia-sia (tanpa manfaat)

Tuntutlah ilmu sampai kapan pun engkau berada
Sampai engkau menjadi benar-benar mengerti
Jika orang berilmu itu mulya terhormat
Sedangkan orang bodoh itu hina dan rendah

Keluarlah dari desa tuk cari kemulyaan
Kau kan temukan lima faedah (manfaat) di perjalanan

Satu rizkinya tambah, dua hilangnya susah
Tiga tambah ilmu yang menyebabkan bahagia
Keempat bisa memperbaiki tata karma
Dan kelima mandapat teman-teman yang mulya

Walau dalam perjalanan mrasa hina sengsara
Dan jauh dari kluarga kita harus (tetap) bersabar

Matinya seseorang lebih baik dari hidupnya
Jika ia(hidup) berkumpul orang hasud dan dengki


Semoga memberi manfaat bagi kita semua, aaamiin ya robbal 'alamiiin....

. hehehe :D






1 komentar:

  1. Setelah dewasa baru paham kalo isinya sangat berguna sekali untuk kehidupan

    BalasHapus